Menurut terminologi, kata Syiah tertuju kepada satu
sekte (firqah) yang mengaku sebagai pengikut dan pendukung setia Ali bin Abi
Thalib dan keturunannya, sehingga menjadi nama yang khusus bagi mereka. Syiah
adalah kaum muslimin yang menganggap pengganti Nabi Saw merupakan hak istimewa
keluarga Nabi, dalam hal ini Ali ra dan keturunannya.
Syiah lahir karena simpati golongan kaum muslimin
terhadap Ali dan keturunannya. Bahkan diantara segolongan kaum muslimin yang
simpati terhadap Ali menganggap Ali sebagai sahabat Nabi Saw yang paling utama.
Namun demikian, akidah Syiah berpijak di atas pencacian, pencelaan dan
pengkafiran terhadap para sahabat Rasulullah.
Satu diantara sekian banyak racun yang telah ditebar
di tubuh umat, yaitu membangkitkan fanatisme buta terhadap keimamahan Ali
bin Abi Thalib. Lalu bergulir menjadi sebuah akidah (keyakinan) di kalangan
Saba’iyah (para pengikut Abdullah bin Saba’), bahwa keimamahan yang pertama
dipegang oleh Ali bin Thalib dan berakhir pada Muhammad bin Al-Husain Al-Mahdi.
Inilah keyakinan di kalangan Syiah yang merupakan keyakinan sesat. Kalangan
Syiah meyakini hal itu sebagai bentuk aqidah
ar-raj’ah.
Propagandis Syiah sering melakukan kampanye pendekatan
atau penyatuan Sunni-Syiah, dengan tema Ukhuwah Islamiyah. Ini sebenanrnya
siasat kaum Syiah agar bisa diterima oleh kaum Sunni (Ahlussunnah wal
Jamaah). Padahal di Negara Iran sendiri, kaum Sunni tertindas dari
berbagai segi, termasuk tidak diperbolehkan memiliki masjid sendiri.
Akar Rafidhah
(Syi’ah) adalah dari Yahudi yang dipelopori oleh Abdullah bin Saba’ Al
Yahuud. Ia mengaku-ngaku Islam dan mengklaim dirinya sebagai pengagum ahlul
bait, namun ia bersikap ghuluw (berlebihan) terhadap ‘Aliradhiyallahu ‘anhu. Lalu
‘Ali diklaim sebagai khalifah sebenarnya sepeninggal Rasul shallallahu
‘alaihi wa sallam. Kemudian ‘Ali pun disikapi ekstrim sampai diangkat
martabatnya hingga derajat ilahiyah atau ketuhanan. Inilah yang diakui
oleh Syi’ah Itsna ‘Asyariyyah sendiri dalam buku-buku mereka.
Karena sikap ghuluw ini, mereka akhirnya dibakar oleh ‘Ali dan ‘Ali pun
sebenarnya berlepas diri dari mereka.
Di antara akidah sesat Syi'ah
tentang Allah adalah:
1. Mereka
mengaku bahwa mereka tidaklah sama dengan Ahlus Sunnah dalam ilah (sesembahan),
Nabi dan Imam. Mereka menyatakan bahwa Rabb yang disembah Abu Bakr dan Nabinya
tidak sama dengan mereka. (Kitab Al Anwar An Ni’maniyyah, Ni’matullah Al
Jazairi 2: 278)
2. Mereka
memiliki keyakinan bahwa Allah tidaklah dilihat pada hari kiamat. Allah tidak
disifati dengan tempat dan waktu. Bahkan mereka menyatakan bahwa siapa yang
mengakui Allah turun ke langit dunia dan Allah akan dilihat oleh penduduk surga
seperti mereka melihat rembulan (dengan begitu jelas) atau semacamnya, maka ia
termasuk kafir. (‘Aqoidul Imamiyah, Ridho Muzhoffar, 58)
3. Mereka
menyatakan bahwa pada hari ‘Arofah pada waktu zawal (matahari tergelincir ke
barat), Allah akan turun ke bumi di atas unta lalu membuang kotoran (berak),
lalu orang-orang yang berada di ‘Arofah di kanan dan kiri yang akan menyapu
(membersihkan) kedua paha-Nya. (Kitab Al Ushul Sittah ‘Asharo, Tahqiq:
Dhiyaud-din Al Mahmudi, 204)
4. Mereka
meyakini bahwa menghadap kubur saat berdo’a adalah suatu kelaziman dan tidak
perlu menghadap kiblat. Peziarah kubur ketika berdo'a dengan menghadap kubur,
itu sendiri dianggap seperti menghadap wajah Allah dan arah demikian yang
diperintahkan ketika berdo’a. (Baharul Anwar, Al Majlisi, 101: 369)
5. Mereka
menyatakan bahwa nama “Aah (آه)” adalah di antara asmaul husna. Siapa yg
menyebut “آه”, maka ia berarti telah beristighotsah pada Allah. (Mustadrok Al
Wasail, Annuuri Ath Thobrosi, 2: 138)
6. Allah
akan mengunjungi Husain bin ‘Ali, lalu akan menyalaminya dan duduk bersamanya
di atas ranjang. (Shohifatul Abror, Mirza Muhammad Taqi, 2: 140)
Adapun perbedaan antara aqidah
Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah)
antara lain :
|
No
|
Perbedaan
|
Aqidah ahlussunnah
|
Aqidah syiah
|
|
1
|
Rukun Islam
|
a)
Syahadatain
b)
As-Sholah
c)
As-Shoum
d)
Az-Zakah
e)
Al-Haj
|
a)
As-Sholah
b)
As-Shoum
c)
Az-Zakah
d)
Al-Haj
e)
Al wilayah
|
|
2
|
Rukun Iman
|
a)
Iman kepada Allah
b)
Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c)
Iman kepada Kitab-kitab Nya
d)
Iman kepada Rasul Nya
e)
Iman kepada Yaumil Akhir / hari
kiamat
f)
Iman kepada Qadar, baik-buruknya
dari Allah.
|
a) At-Tauhid
b) An
Nubuwwah
c) Al
Imamah
d) Al
Adlu
e) Al
Ma’ad
|
|
3
|
Kalimat Syahadat
|
Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan
Rasulullah
|
Asyhadu an Laailaha illallah, wa
asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, ditambah dengan menyebut dua belas
imam-imam mereka.
|
|
4
|
Khulafaurrosyidin yang diakui
|
a)
Abu Bakar
b)
Umar
c)
Utsman
d)
Ali Radhiallahu anhum
|
Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui
oleh Syiah.
|
|
5
|
Kitab – kitab yang dipakai atau yang dipedomani
|
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu
Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu
Majah
f) An
Nasa’i
(disebarkan keseluruh dunia)
|
a)
Al Kaafi
b)
Al Istibshor
c)
Att Tahdziib
d)
Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
(tidak disebarkan)
|
|
6
|
Mut’ah (Kawin kontrak)
|
Mut’ah
(kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
|
Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya
Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar
masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin
Abi Thalib.
|
|
7
|
Gerakan shalat
|
Diwaktu shalat meletakkan tangan
kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.
|
Diwaktu shalat meletakkan tangan
kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
|
|
8
|
Khamer dan arak
|
Tidak suci
|
Suci
|
|
9
|
Shalat jama’
|
Shalat jama’ diperbolehkan bagi
orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
|
Shalat jama’ diperbolehkan
walaupun tanpa alasan apapun.
|
|
10
|
Shalat
Dhuha
|
disunnahkan
|
Tidak dibenarkan
|
|
11
|
Surga
dan neraka
|
Surga diperuntukkan bagi
orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Neraka diperuntukkan bagi
orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.
|
Surga diperuntukkan bagi
orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat
kepada Rasulullah.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang
yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.
|
Emoticon