Hal
yang takkan pernah ku lupa pada masa awal masuk ke UIN suska riau
adalah Fortafaste,, kenapa.? Karna di fortafase aku lebih banyak
mengenal teman dan senior yang berada di bendera Fakultas sains dan
teknologi, dan yang paling penting aku lebih tau arti dari Fakultas
sains dan teknolgi itu sendiri. Entah apa jadinya jika aku tak
mengikuti fortafaste, mungkin begitu sulit bagiku untuk mengenal
orang – orang yang berada di bendera Faste. Dan dari faste juga
aku menganal teman – teman sekelompok yang begitu GILA-nya
mengikuti Fortafaste, Processor nama yang kami beri.
![]() |
| kami bukan kelompok intel bg, tapi kelompok processor |
Beragam
warna satu keluarga pun mulai terasa saat beberapa kepala manusia
menjadi satu. Tantangan demi tantangan yang di berikan panitia
Fortafaste kami lalui begitu semangatnya. Mulai dari membuat yel-yel,
membuat papan kelompok, cerita unik dan banyak lagi. Sampai –
sampai papan kelompok yang dibuat ketua kami menjadi cair tak
berharga (Lihat foto diatas). Bukan kami tak menghargai karya tangan
ketua kami Wak,
tapi itu karna kami saking semangatnya mengikuti Fortafaste. Yang
tersisa hanya nama kelompok yang terbuat dari sterofom, tonggak papan
nama yang terbuat dari kayu keras pun lenyap entah kemana.
Subhanallah…………….
Tak
hanya itu Wak,
di fortafaste aku juga jatuh kedalam jurang kekaguman. Terpukau akan
Senyum yang indah, tatapan yang sayu dan lemah lembut sikapnya kakak
pembimbing kelompok sebelah (kelompok 2). Semua yang ada pada dirinya
tergambar jelas dalam ingatan sampai detik ini. Tapi sayang Wak,,
aku tak sempat berjabat tangan dan memulai pembicaraan dengannya.
Jangankan ngobrol dengannya Wak,
namanya ajja pun aku tak tau. Hingga Semuanya berlalu begitu saja
sampai fortafaste berakhir dengan ribuan balon harapan. Tapi yang
pasti Wak,
aku akan terus manggapai mimpi untuk menatap indah senyuman dan
parasnya meski itu takkan mungkin terjadi.
Kakak
itu merupakan salah satu penyemangatku untuk mengikuti Fortafaste
Wak. Sumpah
Wak…!!!!!!,
sewaktu acara Fortafaste badan aku kurang enak, bahkan bisa dikatakan
nggak
enak banget. “Batuak
Badangkang-dangkang, hiduang tasumbek, kapalo raso kapacah, badan
ndak tangguang angek nyo, namauh masak udang dek saking angek e badan
thu.” itu kata orang-orang
didaerah aku kalau sakit Wak.
Tapi demi pengalaman, kebersamaan, dan kakak itu, aku tetap semangat
menjalani Fortafaste sampai hari terakhir.
Dihari terakhir, Aku sempat kasian liat
kakak itu Wak, pada
saat hari terakhir pada kegiatan yang ada posko-poskonya thu. kakak
thu disuruh membasuhi parasnya yang manis oleh senior tingkat atas
dengan air bekas hujan semalam. Aku tak tau kenapa kakak thu disuruh
membasuh mukanya oleh senior Wak.
Mungkin dia melakukan
kesalahan atau mungkin juga senior tingkat atasnya lagi iseng
ngerjain kakak pujaan hatiku Wak.
Rasanya tak rela aja kakak
pujaan hatiku dikerjain kayak githu, aku rela kok
ngelakuin apa ajja asal jangan kakak itu yang dikerjain
(ALAH……GOMBAL..!!!!!!)
HHhhmmmmm…………..
Masa-masa yang indah itu takkan pernah ku
lupakan Wak,
sampai akhir hayat di kandung badan. Aku takkan melupakan Jargon
yang selalu di pekikkan ketika konsentrasi terpecah, ku takkan
melupakan canda tawa kelompok 3 / Processor, dan ku takkan mungkin
melupakan senyum indah kakak pujaan hati. Dan Seandainya waktu dapat
diputar kembali, aku ingin mengulang masa-masa indah Fortafaste itu
Wak.
Lihatlah foto di bawah ini Wak,
foto ini takkan tercipta jika Fortafaste tak ada Wak.
dari sekian ribu orang yang ada difoto itu, mungkin banyak yang ingin
mengulangi masa-masa indah saat fortafaste, termasuk aku Wak.
Foto
ini takkan tercipta jika Fortafaste tak ada
Oh
ya Wak, kalau
ada yang tau
sama kakak itu, titip salam kekaguman aku ea
Wak. bilangin sama dia, kalau
ada orang yang mengagumi dan dia ingin berkenalan.



Emoticon